Apa kalian percaya dengan kebenaran dari roda kehidupan?
Percaya atau ga, ya aku tau itu urusan kalian sendiri. Tapi aku percaya! Sangat percaya!
Tuhan itu maha adil. Tuhan mungkin akan membiarkan aku berada di bawah, tapi bukan suatu hal yang mustahil jika suatu saat aku akan berada di atas.
Begitu juga dengan kalian yang saat ini berada di atas, mungkin saja kan jika kalian akan jatuh kebawah. Semua itu bisa terjadi..
Aku tau, posisi dibawah memang sangat melelahkan. Di posisi ini, Tuhan terlalu banyak membebankan ujian. Aaaarrgghh rasanya berat banget, serasa mikul karung beras yang isinya batu semua/?
Terlalu banyak masalah, sampai aku pernah mikir kalau hari ini ga ada masalah justru hidupku itu terasa hambar. Everyday is Trouble Day !! Hahhaa..
Setiap hari pasti selalu ada masalah, entah dari kerabat maupun teman. Mendapat sindiran, ditertawakan, diremehkan adalah makanan sehari-hari..
But, i'm okay. I enjoyed it and I accepted these troubles. I think that troubles are part of my life hahha ヽ(^o^)ノ
Mungkin ini gila, menerima ujian dengan sukarela. Tapi jika aku menerima ujian dan masalah itu dengan berat hati, keadaan juga tidak akan berubah dan justru akan memperburuk.
Untuk kalian yang saat ini sedang berada di atas, apa kalian tertawa saat membaca nya?
Jika ingin tertawa, silahkan tertawa.Tertawalah sekeraaaass yang kalian mau.
Sudah? Sudah tertawa? Sekeras apa? Ckckck sekarang kalian benar2 menertawakan aku? Menertawakan posisi ku yang sedang dibawah hahaha. Pasti sangat lucu sekali di mata kalian.
Lanjutkan saja tertawanya.. Tapi jika suatu saat kalian menggantikan posisiku yang sekarang ini, aku akan lihat apakah kalian juga akan menangis sekeras saat kalian tertawa pada saat ini.
Seseorang bisa saja merasa bangga dan menjadi arogan saat berada di atas, mereka melupakan segalanya dan hanya terfokus pada kehebatan materi yang mereka miliki.
Ingatlah jika kehidupan ini berputar..
Dan tidak menutup kemungkinan jika kalian yang berada di atas akan jatuh kebawah dengan mudah.
Tidak apa-apa jika kalian menganggap kata2ku adalah sampah, ya memang aku masih anak SMA bahkan baru kelas X. Tapi aku berbicara seperti itu bukannya tanpa dasar. Aku berbicara seperti itu karena fakta dan bukan ngasal Jadi sebaiknya kalian mempertimbangkan apa kata ku..
Sabtu, 27 Desember 2014
Kamis, 25 Desember 2014
25 DESEMBER 2014
Hari ini mungkin adalah hari yang paling spesial bagi umat Kristen maupun Katholik. Hari dimana mereka merayakan Natal penuh suka cita, yang berbading terbalik dengan keadaan ku malam ini. Bukan karena aku Islam dan aku membenci perayaan Natal hari ini, tapi 'ketidaknyamanan' ini karena seorang manusia.
Bermula dari dia yang menulis sebuah status entah untuk manusia berjenis seperti apa dan kemudian aku tanggapi dengan status ku di sosmed. Niat ku sebenarnya cuma mau menyambung status dia aja dengan persepsiku sendiri. Tapi ternyata dia terlalu berlebihan dalam merespon status ku. Lalu dia update status lagi, dia bilang kalau ada yang tesungging/? karena statusnya yang tadi. Dia juga bertukar komentar dengan manusia yang lainnya. Ya ampunn memangnya siapa yang tersungging, bahkan aku ga pernah mikir kalau status itu buat aku loh sumpah.. Apa salahnya sih menanggapi status orang? Toh tanggapan aku juga masih dalam kategori wajar kok. Buktinya akun Facebook ku masih sehat walafiat tanpa di blokir pihak Facebook. Memang kalau kita merespon status orang itu berarti kita tersinggung? Kata siapaaaa woi.
Misalkan kita baca status Bang Jonru tentang persepsi nya terhadap “Pak Jokowi”, kemudian kita menanggapinya dengan menulis status di sosmed, menyampaikan opini kita *sama seperti yang aku lakukin* dengan topik bahasan yang sama dengan Bang Jonru . Apa itu artinya kita tersinggung? ENGGA LAH, ya gila aja kan. Jelas2 status itu ditujukan untuk orang lain! Ngapain juga tersinggung? Kita kan cuma “menanggapi” dan menyampaikan “opini” kita aja, opini setiap orang berbeda.
Dan yang perlu di garis bawahi, kalaupun ada orang yang tersinggung ya pasti orang itu adalah Pak Jokowi. BUKAN KITA :3
Yaudinlah, gappa mungkin manusia itu sedang pusing jadi dia tidak bisa berfikir dengan jernih..
TAPI.. ah yasudahlah cukup sekarang waktunya tidur.
Selamat malam, tidur yang nyenyak dan semoga besok kalian bisa berfikir jernih ya.. Pai.. Pai..
Bermula dari dia yang menulis sebuah status entah untuk manusia berjenis seperti apa dan kemudian aku tanggapi dengan status ku di sosmed. Niat ku sebenarnya cuma mau menyambung status dia aja dengan persepsiku sendiri. Tapi ternyata dia terlalu berlebihan dalam merespon status ku. Lalu dia update status lagi, dia bilang kalau ada yang tesungging/? karena statusnya yang tadi. Dia juga bertukar komentar dengan manusia yang lainnya. Ya ampunn memangnya siapa yang tersungging, bahkan aku ga pernah mikir kalau status itu buat aku loh sumpah.. Apa salahnya sih menanggapi status orang? Toh tanggapan aku juga masih dalam kategori wajar kok. Buktinya akun Facebook ku masih sehat walafiat tanpa di blokir pihak Facebook. Memang kalau kita merespon status orang itu berarti kita tersinggung? Kata siapaaaa woi.
Misalkan kita baca status Bang Jonru tentang persepsi nya terhadap “Pak Jokowi”, kemudian kita menanggapinya dengan menulis status di sosmed, menyampaikan opini kita *sama seperti yang aku lakukin* dengan topik bahasan yang sama dengan Bang Jonru . Apa itu artinya kita tersinggung? ENGGA LAH, ya gila aja kan. Jelas2 status itu ditujukan untuk orang lain! Ngapain juga tersinggung? Kita kan cuma “menanggapi” dan menyampaikan “opini” kita aja, opini setiap orang berbeda.
Dan yang perlu di garis bawahi, kalaupun ada orang yang tersinggung ya pasti orang itu adalah Pak Jokowi. BUKAN KITA :3
Yaudinlah, gappa mungkin manusia itu sedang pusing jadi dia tidak bisa berfikir dengan jernih..
TAPI.. ah yasudahlah cukup sekarang waktunya tidur.
Selamat malam, tidur yang nyenyak dan semoga besok kalian bisa berfikir jernih ya.. Pai.. Pai..
Categories
Curcol
Langganan:
Postingan (Atom)
